MAKALAH KOMUNIKASI KEPERAWATAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA LANSIA

Diposting pada tanggal - Kategori TUGAS

KATA PENGANTAR

 

Pujisyukur kami ucapkanataskehadirat Allah Swt yang manatelahmelimpahkanrahmatsertahidayahnya, sehingga kami dapatmenyelesaikaninidenganlancar,tanpahambatanapapundan kami jugamengucapkanterimakasihkepadapihak-pihak lain yang telahmembantu kami untukpembuatanmakalahini

Makalahini kami susungunauntukmemenuhitugasmatakuliahKomunikasidengantema”AplikasiTerapeutikPadaLansia” . Kami berharapmakalahinidapat di gunakansebagaibahanbacaandanreferensiolehpembaca,meskipunmakalahinijauhdarisempurna.

           Kami sadarbahwamakalahinijauhdarisempurna. Makadariitu kami sangatmengharapkritikdaripembaca, khusunyaBapakDosenPengampu,Sehingga kami dapatmemperbaikikaryailmiahini agar menjadilebihbaik.

 

 

 

 

 

 

                                                                                   Bojonegoro,12Januari 2019

 

Penulis

 

 

  DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………..i

DAFTAR ISI……………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………..1

1 .LatarBelakang……………………………………………………….1

2. RumusanMasalah…………………………………………………….1

3. Tujuan…………………………………………………………………2

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….......3

  1. KonsepKomunikasiTeraupetikKeperawatan……………………….3
  2. TeknikKomunikasiUntukKlienBerusiaLanjut………………….....3
  3. Contoh Drama AplikasiKomunikasiTeraupetikPadaLansia……....7

BAB III PENUTUP……………………………………………………..11

  1. Kesimpulan………………………………………………….….........11
  2. Saran………………………………………………………………....11

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………..…...12

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LatarBelakang

Komunikasimerupakan proses penyampaianinformasidalamsebuahinteraksitatapmuka yang berisi ide, perasaan, perhatian, makna, sertapikiran yang diberikankepadapenerimapesandenganharapansipenerimapesanmenggunakaninformasitersebutuntukmengubahsikapdanperilaku.

Komunikasiteraupetikadalahapabilaberkomunikasidenganklien, perawatmendapatkangambaran yang jelastentangkondisiklien yang sedangdirawat, mengenaitandadangejala yang ditampilkansertakeluhan yang dirasakan. Sehinggagambarantersebutdapatdijadikanacuandalammasalahkeperawatandantindakankeperawatan yang akan di lakukanuntukmembantumempercepat proses kesembuhanklienberusialanjut.

Seseorang di golongkanberusialanjutapabilaiaberusiaantara 60 hingga 70 tahun. Batasanpenggolonganbatasanusialanjutbervariasi, meskipundemikianperubahan yang terjadikarenapertambahanumuRdapatdiidentifikasikan, antara lain perubahanpadaaspekfisik, neurologis, dansensorik, perubahanfisualdanperubahanpadapendengaransehinggapotensitersebutdapatmenghambat proses penerimaandanpenafsiranmaksudkomunikasi. Agar komunikasidenganpasienusialanjutdapatberjalandenganbaik. Kita dapatmenerapkankomunikasiteraupetikdanteknikkomunikasiuntukpasienberusialanjut

  1. RumusanMasalah
    1. Bagaimanakonsepkomunikasiteraupetik?
    2. Bagaimanateknikkomunikasiuntukklienberusialanjut?
    3. Bagaimanapenerapankonsepkomunikasipadaklienberusialanjut?

 

Tujuan

1. Untukmemahamitentangkonsepkomunikasiteraupetik.

2. untukmengetahuiteknikkomunikasiterapetikterhadapklienusialanjut.

3. untukmemahamipenerapankonsepterapetikpadaklienusialanjut.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. KonsepKomunikasiTerapeutikKeperawatan.

       Komunikasiterapeutikialahkomunikasi yang dilakukansecarasadarolehperawatdantenagakesehatanyang direncanakandanberfokusdalampemecahanmasalahpasien.Komuikasiterapeutiktidakterjadidengansendirinyatanpadirencanakan, dipertimbangkan, dandilaksanakansecaraprovesional.Tujuankomunikasitrapeutikadalahmengarahpada proses mengarahpadapenyembuhanpasien.[1]

                                    Unsur-unsurkomunikasiterapeutik

                        Menurut Potter dan Perry (2010), unsur yang terkandungmeliputi:

  1. Keramahan
  2. Penggunaannama
  3. Dapatdipercaya
  4. Otonomidantanggungjawab
  5. Asertif (Tegas)

                   Fase-faseKomunikasiTerapetik

  1. TahapPersiapan (Prainteraksi)
  2. Tahapperkenalan
  3. TahapKerja
  4. Tahapterminasi
  1. TeknikKomunikasiuntukKlienBerusiaLanjut

                        Dalamkomunikasidenganlansiabeberapahal yang harus di perhatikanadalahfaktorfisik, psikologi, danlingkungangunamenerapkanketerampilanberkomunikasidengantepat. Umumnyausialansiaberkisar di atasusia 60 tahun.[2]Namunadabanyakperbedaanpendapatdalammemberikanbatasanusialansia. Menurut WHO di sebutkanbahwaterdapatempattahapan, yaitu :

  • UsiaPertengahan( middleage ), berkisarusia 45-59 tahun.
  • LanjutUsia( Lderly ), yaituberkisarusia 60-70 tahun.
  • LanjutUsiaTua( Old ), yaituberkisarusia 75-90 tahun.
  • UsiaTua( feriold ) yaitu di atas 90 tahun.

Perlu di perhatikanbeberapamasalahperubahanpadalansiasepetiperubahankognitif yang berpengaruhpadatingkatinteligensi, kemampuanbelajar, dayamemorisertameotivasiklien.  Adapunberupahanemosipadalansiaadalahberupareaksipenolakanterharapkondisi yang terjadi. Gejala-gejalapenolakan:

  • Tidakmempercayai diagnosis, gejala, perkembangan, sekaligusketerangan yang di berikanpetugaskesehatan.
  • Mengubahketerangan yang diberikan, sehinggaditerimaolehpetugaskesehatansecaratidakbenar.
  • Melakukanpenolakanberkomunikasi.
  • Melakukanpenolakanterhadappelayananperawatan.
  • Tidakmematuhiberbagainasihatsepertiistirahatberbaringdan lain-lain.

Pendekatanperawatanterhadaplansiadalamwilayahkomunikasi.

  1. Pendekatafisik

Pendekatanfisik yang di maksudadalahmenggaliinformasimengenaikesehatanobjektif, kebutuhan, kejadian-kejadian yang di alamidanperubahanfisikpada organ tubuh, tinggaktkesehatan yang bias dimungkinkan bias di kembangkan, sertapenyakit yang bisa di cegah.[3]

  1. Pendekatanpsikologis

Pendekatanpsikologisadalahlebihbersifatabstrakdanmengarahpadatingkahlaku, biasanyaakanmembutuhkanrentangwaktu yang lebih lama dalammengbahsikap.

  1. Pendekatansosial

Pendekatansosialadalahpendekatan yang di lakukangunameningkatkanketermpilanberinteraksidenganlingkungan.

  1. Pendekatan spiritual

Pendekatan spiritual adalahsuatupendekatandimanaseorangperawatharusbisamemberikankepuasanbatin yang berhubungandengankepercayaanmasing-masingklien.

  • Tekhnik verbal
  1. Kecepatandantekanansuara yang tepat.
  2. Berikanpertanyaan yang tepatsertakurangipertanyaan yang mengakibatkanklienmenjawabiyaatautidak.
  3. Hindarimendominasipembicaraan
  4. Mengubahtopikpembicaraan
  5. Gunakan kata-kata yang sederhana
  6. Gunakankalimat yang pendek

 

 

  • Teknik Non Verbal
  1. Perilaku
  2. Dalamkonstekini, seorangperawatharusselalubersikapramah, sopan, danmenghormatipasien.
  3. Kontakmata
  4. Selamaberkomunikasiseorangperawatharusmenjagakontakmatadenganpasien.
  5. Ekpresiwajah
  6. Seorangperawatharusmemilikiekspresiwajah yang dapatmerefleksikanperannya
  7. Posturdantubuh
  8. Harusmemilikigerakantubuh yang tepatsesuaimetodekeperawatansehinggaklienmerasanyaman.
  9. Sentuhan
  10. Dalamkontekssentuhan, sebaiknyalakukankontakfisiksepertiberjabattangan.[4]

 

  1. Faktor yang menghambat berkomunikasi :
    • Kecakapan yang kurang dalam berkomunikasi.
    • Sikap yang kurtang tepat.
    • Kurang pengetahuan.
    • Kurang memahami sistem sosial.
    • Prasangka yang tidak beralasan.
    • Komunkasi kurang lancar jika jarak komunikator dan komunikan berjauhan
    • Tidak ada persamaan persepsi.
    • Indera yang rusak.
    • Berbicara yang berlebihan.
    • Mendominir pembicaraan, dan lain sebagainya

 

 

  1. PenerapanKonsepKomunikasiPadaKlienBerusiaLanjut

 

  •  
  1. FasePraInteraksi

Perawatakanmelakukankomunikasi danmelihatperkembangankondisipadaklienlansia yang bernama Pak Suripto yang pernah mengalami penyakit gondok.

  1. FaseOrientasi

Perawat mendatangi Pak Suripto

Perawat  : ”Assalamu’alaikum”.

Pak Suripto        : “Wa’alaikumsalam”.

Perawat  : “Selamatpagikakek”,  (sambiltersenyum)

Pak Suripto        : “Pagijuga nak….!!”.

Perawat  : “Gimanakabar kakek hariini,, sehat ??”.

Pak Suripto        :  “Alhamdulillah kakek sehat... Inisiapaya…??”.

Dari raut wajah yang sudah keriput itu kakektampakkebingungandankelihatanberfikirkeras.

Perawat  : “Perkenalkan sebelumnya kek nama saya ayu dan ini teman teman saya kami dari Akes Rajekwesi Bojonegoro”. (Satupersatudari kami semuamulaimemperkenalkandiripadakakekSuripto).

Kami mencobamulaipendekatanpadakakekSuripto.

Perawat  : “Kami di sini ingin mewawancari kakek.. apakah kakek bersedia menyisihkan waktunya sebentar”.( dan teman yang lain ikut memperkenalkan diri ).

Pak Suripto        : “Iya nak kakek bersedia”..

Perawat  : “Selumnya kakek tinggal bersama siapa ?”.

Pak Suripto        : “Saya tinggal bersama istri dan anak serta menantu dan cucu semua keluarga berjumlah 7 orang”.

Perawat: di usia yang lanjut ini kakek mempunyai kesibukan apa ?

Pak Suripto        : “Saya berwirausaha nak”.

Perawat  : “Kakek berwirausaha di bidang apa ?”.

Pak Suripto        : “Saya berwirausaha sebagai pedagang kaki lima nak di atas tanah milik perairan daerah Bojonegoro Dander nak.. sebelumnya saya pernah menyewa ruko di daerah pasar akan tetapi setelah masa sewa habis saya pindah dan meminta izin kepada pihak perairan untuk membangun lapak dagang untuk saya tempati”.

  1. Tahap Kerja

Perawat                     : “Sebelumnya kakek mempunyai riwayat penyakit apa ?”

Bapak                   : “Saya pernah mengidap penyakit gondok yang tepatnya pada saat itu saya berusia tujuh tahun”.

Perawat                : “Setelah mengetahui mengidap penyakit gondok apa yang keluarga bapak lakukan pada saat itu?. Tindakan pengobatan apa yang bapak atau pihak keluarga lakukan?”.

Pak Suripto          : “Saat mengetahuinya saya dan pihak keluarga langsung mengambil keputusan untuk berobat dirumahsakit. Saya melakukan terapi selama tiga bulan durumahsakit itu”.

Perawat                : “Pada usia kakek yang sekarang yang sudah dikatakan muda lagi apakah kakek pernah ada keluhan sakit atau apapun?”.

Pak Suripto          : “Tidak diusia saya yang sekarang alhamdulillah saya diberi kesehatan fisik yang masih kuat namun hanya saja keadaan gigi saya sekarang ompong “.

Perawat                : “Ooh alhamdulillah ya pak, lalu diusia sekarang kan seharusnya digunakan untuk beristirahat dirumah namun kakek lebih melilih bekerja”.

Pak Suripto                      : “Iya nak karna kebutuhan makan saya berupaya untuk selalu sengat bekerja dan selagi masih ada umur saya akan selalu semangat”.

  1. Tahap Terminasi

Perawat       : “Iya kek. Ya sudah kek terima kasih telah menerima kedatangan kami kesini dan maaf telah mengganggu waktunya”.

Pak Surapto            : “Iya nak sama sama saya juga mengucapkan terima kasih sudah mau mampir kerumah kakek”.

Perawat       : “Kek kami minta izin kalau lain waktu kami  kelompok kami datang kesini lagi untuk mewawancarai kakek boleh apa tidak?”.

Pak Suripto   : “Iya silahkan saja datang kesini”.

Perawat         : “Terima kasih kek kalau beg itukami minta izin untuk pulang dahulu. Assalamuallaikum kek”.

Pak Suripto   : “Iya nak Waallaikumsallam”

Setelah mengucapkan terima kasih pada kakek Suripto kami mengajak foto bersama sebagai dokumentasisambilmemcari angel yang bagusuntukfoto. Setelah beberapa kali jepretan kemudian kami memutuskan untuk berpamitan pulang. Kami beranjakmeninggalkanrumahkakekSuriptodenganmengendarai motor.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Komunikasiterapetikadalahkomunikasi yang direncanakansrcarasadar, bertujuandandipusatkanuntukkesembuhanpasien.Lansiaadalahperiodeeseorang yang telahmencapaikemasakandalamukurandanfungsidanjugatelahmenunjukankemunduransejalandenganusia. Jadidenganadanyakomunikasiterapetikakanmemperudahkankomunikasiantaraperawatdenganpasienpadalansia. Contohnyatekhnikkomunikasi yang dapatditerapkanpadalansiabisamelaluipendekatanasertif, responsive, fokus, supportif, klarifikasi. Sedangkanuntukpendekatanpadalansiabisamelaluitekhnikpendekatanfisik, pendekatanpsikologis, pendekatansosial, dan spiritual.

 

  1. SARAN

Bagiperawatharusmemahamitentangkomunikasiterapeutikbaikitupadalansiaataupunpada orang dewasadanlainya, agar tidakterjadimiskomunikasiantarakliendenganperawatnya. Penulismenyadaribahwadalampenyusunanmakalahinimasihjauhdari kata sempurna. Sehingga kami berharapparapembacauntukbisamemberikankeritikdan saran yang bersifatmembangunagar makalahinidapatsempurna

 

DAFTAR PUSTAKA

Machfoedz,Mahmud.2009.KomunikasiKeperawatanKomunikasiTerapeutik,Yogyakarta:Ganbika

 

 Zen MH,Pribadi.2013.PanduanKomunikasiEfektifUntukBekalKeperawatanProfessional,Yogyakarta:D-Medika

 

 Machfoedz,Mahmud.2009.KomunikasiKeperawatanKomunikasiTerapeutik,Yogyakarta:Ganbika.

 

Kariyoso.1994.Pengantar KomunikasiBagiSiswaPerawat,Jakarta:EGC

 

 

[1] Mahmud Machfoedz.KomunikasiKeperawatanKomunikasi Terapeutik,Yogyakarta:Ganbika,2009,h.99

[2]Pribadi Zen MH,PanduanKomunikasiEfektifUntukBekalKeperawatan Professional,Yogyakarta:D-Medika,2013,h.66-68.

[3] Mahmud Machfoedz,KomunikasiKeperawatanKomunikasi Terapeutik,Yogyakarta:Ganbika,2009,h.140-142.

[4]Kariyoso,PengantarKomunikasiBagiSiswa Perawat,Jakarta:EGC,1994,h.24